29

Pontianak Berkabu(ng)t


FullSizeRender

Langit Berkabut

Pontianak, 23 Ramadan 1436 H.

Dulu waktu aku kecil, yang aku tahu ada dua musim yang ada di Pontianak, atau paling tidak itulah yang disebutkan oleh guru-guru dan orang yang lebih tua daripada aku waktu itu yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Walaupun hanya dua musim dan pengen banget lihat yang namanya salju (kadang bahkan berharap ada turun salju di Kota Khatulistiwa ini :P ) tapi aku cukup mensyukuri dua musim yang ada di Pontianak ini. Paling gak musimnya jelas kapan musim hujan dan kapan musim kemarau.

Seingat aku waktu aku kecil sampe kurang lebih SMP (Tahun 2000an awal) musim hujan itu dimulai sejak bulan berakhiran ber dimulai yaitu September sampai Januari atau Februari. Bisa dibilang setiap hari hujan terus terusan yang ditambah pada bulan Desember atau bulan Januari ada pasang air laut yang membuat kadang Pontianak banjir tinggi banget. Aku ingat sekitar tahun 1998an Kota Pontianak seluruhnya terendam banjir. TAPI banjirnya di Pontianak gak sama dengan di Jakarta kok. Terjadinya cuma perhari. Pagi biasanya air naik dan sore udah surut. Aku selalu suka kalau udah musim hujan seperti ini karena di daerah kampungku anak-anaknya akan bermain air sepuasnya di parit parit depan rumah, gak terkecuali aku. Dan mungkin karena udah menjadi kebiasaan setiap tahunnya gak ada orang tua yang marah atau melarang anak-anaknya buat main hujan hujanan dan main air. :mrgreen:

Sisa dari bulan lainnya adalah musim kemarau, tapi biasanya walaupun musim kemarau kadang-kadang masih ada hujannya dikit-dikit kok. Puncak musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Juni-Juli yang ditandai dengan sama sekali tidak ada hujan di Kota Pontianak.

Sebenarnya gak terlalu masalah kalau gak hujan di dua bulan itu. PDAM masih mengaliri airnya walaupun kadang air keruh dan terasa asin >.< TAPI yang menjadi masalah pada saat musim kemarau adalah KABUT ASAPnya! Iya Pontianak benar-benar gelap bahkan beberapa kali selama aku 12 tahun sekolah ada saat-saatnya Pemerintah meliburkan para siswanya dikarenakan udara yang tidak sehat lagi untuk beraktifitas di luar rumah.

Beberapa tahun belakangan ini musim di Kota Pontianak sudah gak menentu lagi. Gak ada lagi istilahnya bulan ber adalah musim hujan karena pada bulan itu kadang ada aja beberapa minggu yang tidak hujan yang menyebabkan kabut asap lagi. Kondisi cuaca sudah sangat tidak bisa diprediksi. Hujan turun sepanjang tahun tapi jika satu dua minggu gak turun hujan langsung berkabut.

Dua minggu belakangan ini Pontianak lagi-lagi tidak turun hujan yang mana membuat sang kabut datang lagi dengan manisnya. TAPI ada yang beda antara kabut sekarang dengan kabut-kabut tahun tahun sebelumnya. Jika kabut dulu hanya langit yang menjadi gelap dan seperti sekumpulan asap. Kabut sekarang lebih ektrim lagi dengan butiran halus dari sisa pembakaran yang terbang dengan indahnya. PARAH!

Kalau dulu waktu sekolah aku sangat senang kabut karena libur, sekarang kabut bener-bener mengganggu rutinitas keseharian. Apalagi ditambah si K yang sudah beberapa hari cuma dikurung di rumah aja lantaran takut terhirup sisa pembakaran itu.

Pemanasan global memang sangat digemborkan, tapi kalau dilihat dari keseharian kita sekarang bumi memang tidak lagi sama seperti waktu dulu kita kecil.

Semoga saja saat si K besar nanti bumi masih bisa dihuni dengan layak atau bahkan mungkin saja lebih baik dari sekarang. Semoga :)

7

Masih Hits Gak Seh?


Ngomongin presiden?

imagesOk-ok, sebelumnya aku menidentifikasi dulu. Aku ini bukan fans Pak Presiden kita yang sekarang. Bukan juga pendukung saingannya dulu dipemilu. Bukan juga hatersnya yang setiap buka FB selalu aja ngeshared keburukan Pak Presiden (beserta dengan para menteri-menterinya). Bukan – bukan sama sekali. Aku membaca semua bacaan yang aku anggap ok. Baik itu prestasi sang Presiden maupun kebijakannya yang kadang aku merasa aneh.

Pertama, biarkanlah aku jujur dulu dengan pendapatku dikala belum mengenal sang Presiden.

Karena aku ini hidup di Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia, aku dan banyak orang di sini sering sekali membanding-bandingkan apa yang baik dari Serawak-Malaysia dan apa yang kurang dari Pontianak ini. Di Serawak-Malaysia yang aku tahu adalah (dulu) harga BBMnya lebih mahal daripada di Indonesia. Hal ini sering dimanfaatin oleh penduduk lokal yang tempat tinggalnya dekat dengan perbatasan untuk menjual Bensin kita kesana. Setiap 3 hari dalam seminggu mereka menjual bensin ke Serawak sebesar 300 Liter dengan keuntungan seribu rupiah tiap liternya. Bayangkan berapa keuntungan mereka dari berjualan bensin tersebut setiap bulannya (yak, bagi yang males ngitung, penghasilan mereka adalah sebesar 3,6 juta setiap bulannya dengan kerja “hanya” tiga hari seminggu dan itu tahun 2000an awal loh. gede!). Dan bayangkan juga berapa ketugian negara untuk mensubsidi BBM yang ujung-ujungnya beribu-ribu liternya pada akhirnya sampai ke negeri tetangga.

Karena hal inilah, pada saat SBY menaikkan harga BBM menjadi 6000 perliter yang akhirnya selisih antara harga di Malaysia dan Indonesia tidak terlalu kentara yang menyebabkan para “mafia” BBM bersubsidi itu tidak untung lagi untuk berjualan di Malaysia aku merasa senang. Kemudian akupun berfikiri, subsidi BBM ini memang harus dihentikan!

Belajar dari Malaysia lagi. Bahwa walaupun BBM mereka sangatlah mahal pada jaman itu, tapi harga pangan di sana sangatlah murah (lagi-lagi jika dibandingkan dengan Pontianak). Setelah aku mencari tahu kenapa harga pangan di sana sangat murah? Ternyata penyebabnya adalah Malaysia melakukan subsidi bukan pada BBM mereka, namun pada pangan mereka. Akhirnya harga beras, gula dan sembako di sana jauh lebih murah dari pada di Pontianak yang menyebabkan banyak orang di sini yang akhirnya berdagang (secara ilegal) beras, gula dan kebutuhan pokok lainnya untuk dijual lagi di Pontianak. Pada akhirnya, karena murah orang beramai-ramai membeli beras dan gula Malaysia sehingga beras dan gula lokal tidak laku yang malah makin menambah tingginya harga beras dan gula lokal. Ini lagi-lagi membuat aku berfikir, bahwa BBM boleh mahal (mengikuti harga minyak mentah dunia kalau bisa) TAPI Pemerintah harus bisa mensubsidi pangan! jadikan Malaysia sebagai contoh di mana harga beras perkilo di sana bisa tetap sama dari tahun ketahun hingga sekarang.

Ketiga soal listrik. Pernah suatu ketika aku membaca tulisan Dahlan Iskan ketika dia menjabat sebagai Dirut Utama PLN tentang listrik di China. Secara garis besar dia menjelaskan bahwa listrik tidak bisa terus menerus disubsidi pemerintah jika mau seluruh negeri ini dialiri oleh Listrik. AKu juga setujuh.

Nah, masalahnya adalah ketika Presiden sekarang menaikkan BBM (sesai dengan harga minyak mentah dunia) dan (sekarang) menaikkan tarif dasar listrik secara gak sadar aku juga meributkan itu loh (untungnya gak di media sosial :P ). Lah bukannya lo juga yang dulu mendukung itu Niee? Apa yang salah? Apa karena ini kebijakan presiden sekarang yang gak terlalu lo suka? Jadi ikutan gak mendukung programnya? Hadeh! Malu-maluin ih! *tutupmuka*

Jadi balik lagi sekarang kepada para hatters Mr. President. Apakah kebijakan pak Jokowi ini yang adalah presiden kita bersama sekarang, yang jika dia dihujat oleh negara tetangga harus kita bela (bukannya malah menghujat dari dalam diri sendiri seperti sekarang) semuanya salah? Semuanya jelek? Apakah dulu gak pernah terbersit di dalam fikiran kita bahwa itu adalah benar?

Ya walaupun tentu sebagai kaum-bukan-fans-fanatik-mr-president aku masih saja mengkritik hal yang gak enak yang aku rasakan. Seperti kenaikan harga beras saat ini yang melonjak tajam (Lah aku mendukung pengurangan subsidi BBM kan biar harga pangan turun, bukannya naek! – Tapi kata seorang Lovernya mr. Presiden itu karena ulah mafia import yang sedang ketar ketir Indonesia mau swasembada Pangan seh. Ini videonya –  PANEN RAYA PONOROGO … NO IMPOR BERAS 2015! https://www.youtube.com/watch?v=MKK43j4jlYY&feature=youtu.be – ) Para menteri nyentrik yang gak enak denger omongannya. Dan masih banyak lagi, TAPI aku mulai ingin berfikir jernih. Membuka hati, otak dan fikiran dengan baik seperti ketika para presiden sebelumnya. Bahwa aku seharusnya mengkritik dengan bijak dan memuji dengan baik.

Jangan sampai aku jadi hater yang benci segitu banget atau lover yang suka sampe memuja banget.

.

.

.

note buat diri sendiri. Sekalian nambah-namhani artikel di kategori Celoteh yang udah lama gak diupdate :P

14

Perjuangan ASI (3) – ASIP


Niat udah kuat, ASI sudah lumayan, tantangan selanjutnya (terutama sebagai ibu bekerja) tak lain dan tak bukan adalah bagaimana caranya agar tetap menyusui tapi tetap bisa punya stok ASIP yang banyak. Mungkin untuk yang ASInya luar biasa banyak seh gak masalah deh yak. Ada temen aku yang sekali pump bisa dapet 500ml ya dia jadi cuma ngandelin pump di tempat kerja. Lah kalau sekali pump cuma dapet 50-150ml ituh begimana Niee?

Yang bagian bawah itu pertama kali belajar pump ASI. dapetnya dikit-dikit.

Yang bagian bawah itu pertama kali belajar pump ASI. dapetnya dikit-dikit.

Aku sendiri waktu pertama kali berlajar merah ASI cuma dapet 20-50 ml gitu (gambar bagian bawah) Awalnya juga belulm tahu kalau ASIP selama masih 24 jam itu masih bisa digabungin jadi satu asalkan suhunya disamain dulu. Jadi gak ada istilahnya ASIP disimpan dikit-dikit gitu :D

Nah, untuk mendapatkan ASIP aku melakukan berbagai cara dan setelah 9 bulan kerjaannya pump ASI terus inilah cara yang aku lakukan supaya bisa mendapatkan ASIP banyak walaupun ASInya gak melimpah yaitu apalagi kalau bukan

Sering-sering diperah

Aku awalnya dulu cuma merah tengah malam. Itupun PD yang akan diperah gak disusuin dulu dari awal malam mikirnya biar ASInya dapet banyak. Bangun dulu sebelum nyusukan si bayik lalu setelah beres-beres langsung susuin deh bayinya. Gak salah seh, tapi ternyata kurang tepat loh. PD yang jarang disusuin akan lebih berkurang ASInya dari pada yang sering disusuin. Jadi triknya adalah pada saat PD satu nyusuin, PD lainnya dipump. Selain praktis karena gak perlu bangun dua kali hanya untuk merah dan nyusuin, ini juga berfungsi aja pasokan ASI dikedua PD bisa sama.

Kalau bisa seh setiap nyusukan PD satunya diperah. Tapi kalau aku terkendala dengan breastpumpnya yang harus dicuci dulu sebelum dipake lagi. Masak tengah malam aku harus nyuci botol kan yak? Manalah bangunnya pun sering. Jadi aku hanya pompa dua kali kalau malam. Pertama pas awal malam, jadi pas makan malam aku bisa cuci breastpumpnya. Terus pas tengah malam. Selesai.

Kalau sebelum cuti berakhir rasanya cukup dua waktu itu deh, asal konsisten selama 3 bulan pasti udah penuh deh ASIPnya. Bayinya sendiri gak perlu dipakein botol dari awal. K sendiri baru mengenal botol pada saat umur 2 bulan. Setiap hari K disusuin botol sekali. Nah, kalau udah gini pas bayinya nyusu botol kitanya juga harus merah ASInya biar ritme menyusuinya tetep dapet.

Setelah selesai masa cuti kegiatan perah memerah ASI makin banyak. Ya apalagi kalau bukan di kantor. Idelanya seh 2-3 jam sekali PD kita tetep harus diperah. TAPI ya karena males akunya cuma perah ASI dua kali. Pertama jam 10 pagi dan kedua jam 2/3 siang. Jadi jarak setiap menyusukan 4 jam.

Rata-rata aku dapet ASIP setiap harinya 400-500ml untuk 4 kali merah itu siang dan malam – gak banyak yak :D Alhamdulillah kebutuhan nyusu si K juga segitu aja (selama jam kerja dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore) tertutupi lagi karena dari semenjak cuti aku udah nyetok jadi ASIPnya standby sebanyak kurang lebih 60 botol 100ml.

Yang aku lihat dari cerita yang gagal untuk ASI Eksklusif adalah karena mereka males untuk nyetok dari semenjak masa cuti. Atau karena berasa stok ASIPnya ada jadi banyak juga yang pake stok itu untuk gantian nyusuin babynya. Sayang banget menurut aku.

Kalau pendapat aku seh stok ASIP selama cuti jangan pernah dipake kecuali untuk melatih babynya buat nyusu dengan botol atau ada keperluan medesak jadi kita perlu keluar rumah sendirian. Fikirian aja enaknya kita pas kerja nanti kalau stok ASIPnya melimpah. Kerja tenang, bayinyapun senang kan yak :)

19

Perjuangan ASI (2) – Perbanyak ASI


Nah, lanjut lagi dari tulisan kemaren tentang perjuangan ASI. Kalau udah niat ok, kalau udah didukung sama suami dan keluarga terus apa lagi?

Perbanyak ASI!

Memang seh teorinya ASI kita itu cukup sesuai dengan kebutuhan bayi kita. Tapi kita juga mau dong yak kalau ASI kita banyak bahkan sampe ngeluber kemana mana. Kan sekalian bisa untuk nyetok.

Aku sendiri sebenarnya bermasalah dengan ASI yang sedikit tadi. Untungnya niat aku udah kokoh banget, jadi walaupun sedikit aku masih bisa bertahan. Apalagi dukungan dari suami kuat banget.

Sedikit ini dalam artian pertama kali aku nyoba pumping aku gak dapet ASInya sama sekali loh! Di botol ASInya cuma bisa membasahi dasarnya aja deh. Mungkin kalau dihitung cuma dapet 1 ml. Langsung deh galau. Langsung deh mewek mewek sama suami. Langsung deh kepikiran aneh aneh.

Cari referensi sana sini ternyata kemungkinan yang salah dari aku adalah cara memompanya dan ASInya yang memang belum banyak untuk bisa dipompa. Untuk kesalahan pemompaan aku langsung cara deh cara memompa yang benar itu gimana. Lihat lihat video itu bukannya makin ahli tapi makin bingung loh! Awalnya aku mompanya pake tangan. Setelah dicoba pake breastpump eh berhasil, alhamdulillah. Jadi kesimpulan aku adalah pompa itu bukan dipelajari, tapi cari aja yang nyaman buat kita, dan untuk bisa dapat yang nyaman itu ya dengan cara sering sering dilatih :)

ps: salah satu temen aku gagal ASI Eksklusif gara gara setiap pumping cuma dapet 50 ml aja katanya. Padahal untuk ukuran baru lahir itu banyak banget loh. Nah, balik lagi pelajari asi itu baik baik deh :)

Nah kalau masalah untuk belum banyak itu gimana Niee? Ya banyakin dong ASInya!

Perbanyak ASI itu pada dasarnya ada tiga cara.

Pertama fikiran. Lagi lagi fikiran yak. Intinya ASI akan mengalir dengan lancar kalau si Ibu senang, bahagia dan gak stress. Makanya busui itu harus diperhatikan sama suami, kalau minta diturutin, kalau capek dibantuin, kalau minta emas dibeliin *eh :P

Kedua menyusuilah. Karena hukum ASI itu bukan hukum matematika yang 1-1=0 atau makin sering disusui maka asi makin habis. Tapi, hukum ASI itu adalah hukum Ekonomi, yaitu kalau makin banyak permintaan maka produksi makin akan bertambah.

Ketiga ya makanlah makanan yang berpengaruh pada produksi ASI. Kalau aku dulu seringnya makan sayur bayam dan minum air kacang hijau. Tapi yang paling ok untuk aku adalah makan kacang tanah digongseng. Bisa dirasain deh perbedaannya.

Orang tua seh bilang jantung pisang juga sangat Ok, tapi aku gak bisa makannya. Setiap makan jantung pisang bukannya makin banyak ASInya malah buat mual dan muntah. Jadi intinya seh makanan itu senyaman kita aja. Dan percayalah bahwa gak ada pantangan buat busui, bahkan untuk cabe dan seafood sekalipun. Yang penting jangan kebanyakan aja.

Keempat ya minum suplemen. Aku sendiri minum suplemen pelancar asi baru setelah Katniss umur 4 bulan. Gak terlalu berpengaruh banyak seh menurut aku.

Kalau udah berbagai cara ASInya belum banyak juga gimana Niee?

Belum banyaknya itu gimana? Hasil pompanya? Gak terasa terik PDnya? Mungkin Anda masih stress. Coba deh minta beliin suami Iphone 6 Pluss aja, pasti bersoknya langsung banyak ASInya deh :P

14

Perjuangan ASI (1) – PROLOG


Dulu pernah nyinggung di blog kalau gak salah, kalau aku bisa lulus ASI Eksklusif bakalan aku tulis di blog bagaimana perjuangannya. Karena gak mudah ternyata. Perjuangannya penuh drama derai air mata dan darah kalau aku mah (iyah, darah dan emang berdarah-darah :mrgreen: ) Penyemangat untuk nulis lagi, ternyata setelah 9 bulan (umur Katniss sekarang) bergulat dengan ASI yang berhasil untuk ASI Eksklusif itu sedikit banget (bahkan temen-temen deket sekitar aku gak ada yang berhasil!) Sedih banget lihatnya. Maka dari itu, ijinkanlah si Niee yang belum ada apa-apanya keberhasilan ASI ini (niatnya kan bisa memberikan ASI tanpa Sufor selama 2 tahun, jadi masih jauh kan yak) untuk sedikit memberikan tips-tips dan memotivasi siapapun yang sedang berjuangan untuk memberikan ASI ke anaknya.

Apa seh PONDASI awalnya biar bisa ASI Eksklusif Niee?

Kalau aku seh yang pertama keinginan. NIAT. Dari semenjak hamil (bahkan sebelum dinyatakan positif hamil) aku udah niat untuk memberikan ASI Ekslusif untuk anak aku kelak.

Nah, terus niat itu munculnya dari mana?

Syukurnya aku bekerja di kantor kesehatan yang salah satu indikator keberhasilan kinerjanya adalah ASI Eksklusif. Sebagai makhluk yang sedikit KEPO aku penasaran dong tentang ASIX ini. Apa itu ASIX, kenapa harus ASIX dan pertanyaan awal seputar itu.

Selain indikator itu, di kantor aku berseliweran ibu ibu menyusui yang setiap hari membawa coolerbag kemana-mana yang membuat aku penasaran untuk apa seh itu tas. Terus cara kerja memakai ASIP untuk bayi itu gimana.

Setelah aku melihat dan mempelajari, ternyata banyak manfaat yang didapat dari ASI itu sendiri, dan sebagai orang yang menyukai tantangan pribadi aku langsung meniatkan kepada diri, Niee bisa kan ASIX? Masa gak bisa seh? Pasti bisa dong? Malu dong kalau gak bisa!

Kalau yang gak terpapar seperti itu gimana Niee? Ya kalau kalian udah baca tulisan ini ya dimulai dong niat itu :P

Kalau udah niat terus gimana?

PELAJARI! ASI Eksklusif itu sendiri. BACA perjuangan ibu-ibu yang udah lulus ASIX. Khatamkan itu. Kalau udah khatam, ajak suami untuk ikut membacanya. Pupuk juga niat suami untuk mendukung ASI Ekslusif ini. Karena dukungan suami untuk ASIX amatlah berpengaruh besar.

Karena kebanyakan dari temen-temen aku yang gagal ASI Eksklusif adalah berawal dari keluarga (suami dan orang di dalam rumahnya) yang gak menguatkan (malah melemahkan seringnya) niat untuk memberikan ASI itu sendiri.

Gagal pertama adalah pada saat hari H kelahiran dan ASI belum keluar. Bagi para suami yang gak khatam masalah ASI pasti langsung panik dan merasa kasian anaknya gak disusuin setelah dilahirkan (padahal teorinya bayi baru lahir itu tahan untuk gak minum sampe 3 hari loh). Aku sendiri mengalami gak keluar ASI sampe 2 hari lamanya (baru keluar pas hari ketiga) tapi tetap tenang-tenang aja karena suami mendukung banget.

Gagal kedua adalah merasa ASInya gak cukup. Padahal 40 hari pertama ASI kita emang sedikit loh. Karena toh bayinya emang gak perlu minum banyak. Jadi produksi ASI menyesuaikan dengan keperluan bayi.

Dan gagal ketiga adalah merasa capek setiap 2 jam sekali siang dan malam harus bangun sendiri untuk menyusui. Kan kalau pake susu formula bisa gantian sama suami ngasuhnya ;) Padahal, semakin besarnya bayi, kegiatan menyusui adalah momen paling menyenangkan antara ibu dan bayi loh.

Gagal Gagal Terus Niee, berhasilnya jadi gimana?

Ya itu, balik lagi ke niat dan dukungan suami. Tanamkan pada fikiran kita bahwa aku pasti bisa kasih ASIX untuk calon bayi aku. Orang lain bisa kok, kenapa aku gak bisa? Dan yakinlah bahwa Allah udah merancang sedemikian rupa ASI kita untuk cukup ke bayi yang kita lahirkan.

ASI adalah hak pertama bayi yang wajib diusahakan oleh seorang ibu ke anaknya

Keberhasilan ASIX itu 10% karena usaha, 90% karena niat dan dukungan keluarga :)

31

Saya Beruntung


Karena dikelilingi oleh orang-orang yang tidak merokok.

Haaaiiii… Haaaloooo.. Apakabar semuanyanyaaa? :mrgreen:

Si Niee lagi-lagi misuh-misuh tentang rokok neh! :D

Jadi ceritanya udah beberapa minggu ini aku lagi-lagi melewati ferry penyebrangan untuk pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Bukan karena tol di tutup lagi seh. Tapi lebih karena praktisnya.

Iya, sebenarnya naek ferry itu sangat praktis untuk ukuran rumah aku yang lumayan jauh dari kantor. Pertama gak perlu capek bawa motor terusterusan karena di atas ferry kan motornya gak dihidupkan. Kedua terbebas dari macet. Dan ketiga tentu akan lebih hemat bensin dong :D

Tapi yang gak menyenangkannya apalagi kalau bukan kebiasaan orang yang merokok di terminal dan di atas ferry itu sendiri. Itu sangat mengganggu kakak!

Biasanya aku kalau udah keciuman bau asap rokok langsung pasang muka bete dan ngibas-ngibasin tangan sekenceng-kencengnya biar orang itu sadar bahwa rokok dia itu mengganggu. Satu dua orang seh sadar yak, dan berusaha menjauh. Tapi kebanyakan gak perduli tuh!

Lebih miris lagi adalah banyak di antara para perokok itu adalah bapak-bapak yang baisanya membawa besarta anak istrinya tapi tetep aja merokok! Kasian banget kan anak istrinya jadi perokok pasif begitu? :( Jadi inget perkataan temen aku soal perokok.

rokokMaka, melihat kondisi yang sangat miris itu aku jasi sangat bersyukur dan merasa beruntung gak pernah terpapar dekat dengan perokok.

Dilingkungan rumah aku gak ada yang merokok. Bapak dari aku kecil gak pernah yang namanya merokok. Dia selalu sakit waktu mencoba merokok sewaktu muda dulu.

Dilingkungan sekolah tentu gak pernah ada yang namanya merokok. Ketahuan guru pasti bakalan langsung dihukum deh.

Dilingkungan kampus lagi-lagi aku bersyukur kuliah di Teknik Informatika yang notabene kuliahnya di ruangan ber-AC terus. Temen-temen yang jumlahnya kurang lebih tiga puluh orangpun hanya kurang dari 5 yang merokok. Karena jadi orang minoritas, mereka jadi gak enak sendiri kalau sedang ngumpul dan merokok di dekat kami.

Masuk kerja lebih ok lagi dong karena kerjanya di Dinas Kesehatan yang membuat PerDa Kawasan Bebas Rokok dan gak ada yang merokok baik di halaman, di kanton, apalagi di dalam kantornya.

Dan yang terakhir, aku bersyukur banget mendapat jodoh, si abang aku ini yang gak merokok (dia bilang seh udah bosen puas merokok waktu masih kuliah, syukur deh :P ).

Aku seh berharap suatu hari nanti merokok itu menjadi sesuatu yang memalukan untuk dilakukan di tempat umum. Orang-orang akan mencari tempat yang tidak terlihat hanya untuk merokok. Bapak-bapak dan saudara laki-laki tidak ada lagi yang merokok di rumah dan meracuni istri, anak dan saudara perempuannya. Gak ada lagi toko kecil yang menjual rokok. Gak ada lagi bilboard rokok yang luar biasa besar dipinggiran jalan. Gak ada lagi iklan rokok di TV. Dan pada akhirnya pemerintah berani untuk menaikan nilai pajak rokok sampe nilai yang setinggi mungkin hingga akhirnya orang terpaksa gak merokok karena gak mampu! Mudah-mudahan yak suatu saat. *optimis*

23

Lembur


Haaaiiii… Haalloooo.. Apakabar semuaaaa? Mudah-mudahan sehat yak *aamiin*

Beberapa hari yang lalu, sosial media dihebohkan oleh berita tentang seorang yang meninggal dikarenakan dia bekerja 3 hari nonstop tanpa istirahat bernama Mita.

Hasil screenshoot dari twitternya Mita (17/12/13)

Hasil screenshoot dari twitternya Mita (17/12/13)

Sebagai orang awam dan tidak tahu menahu tentang bidang pekerjaan almarhumah tentu aku merasa terkejut bahwa ada orang yang bisa bekerja (lembur) selama itu! Tapi setelah melihat retweet2 dari orang-orang, aku baru tahu bahwa ternyata memang ada orang yang bekerja sampe 2 hari 2 malam gak pulang-pulang ke rumah karena dikejar deadline atau sejenisnya :(

Aku sendiri tentu pernah merasakan yang namanya lembur. Kalau full dari pagi di kantor paling malam aku lembur itu sampe jam 7 malem (masih awal banget yak :P ) Kalau ada pertemuan aku pernah lembur sampe jam 10 malem. Kalau sedang perjalanan dinas aku pernah bekerja sampe jam 2 pagi di luar kamar dan sampe gak tidur jam 5 pagi di dalam kamar untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus selesai sebelum pertemuan itu selesai atau dengan kata lain gak boleh pulang sebelum selesai!

Abang aku sendiri lebih parah tingkat lemburnya. Hari biasa dia seringnya pulang jam 5 sore (jam kantor di daerah aku itu dari jam 7 pagi sampe 3 sore). Kalau udah akhir tahun gini biasanya dia pulang sampe jam 2 pagi. Sekarang pas udah nikah belom pernah seh sampe jam segitu, paling malem sampe di rumah jam 1 pagi aja >.< Mungkin gak tega ninggalin si istri dan anak dalem perutnya ini :P

Dari pengalaman pribadi dan orang terdekat, ada beberapa alasan kenapa lembur itu terjadi, antara lain:

  1. Manajemen waktu yang jelek. Ini biasanya udah dikasih waktu yang cukup tapi diabaikan begitu aja. Jatohnya pas deadline udah deket pontang panting ngerjain dihari-hari akhir sampe lembur segala deh.
  2. Deadline mendadak. Ini yang sering membuat aku lembur. Karena sebagai orang yang anti lembur se dunia aku selalu berusaha membagi pekerjaan aku hari perharinya agar tidak ada lembur lagi. Tapi pada saat pekerjaan tiba-tiba datang dan hanya dikasih waktu 1-2 hari untuk diselesaikan ya mau gak mau harus lembur toh.
  3. Rapat/pertemuan. Ini yang diluar nalar aku. Kenapa seh yak bosbos di atas itu suka sekali menjadwalkan rapat/pertemuan diluar jam kerja? Seringnya itu aku ketemunya diundang untuk membahas anggaran di jam 7 malem. Kayak gak ada wkatu pagi aja. Manalah gak ngawur semua wong orang-orangnya udah pada ngantuk *eh :P

Jadi pada hakekatnya, kebanyakan lembur itu karena terpaksa dan dipaksa. Namun yang namanya bekerja itu tentu ada batasnya. Selalu lah nyempatin buat mengistirahatkan badan ini. Tidur adalah obat sehat paling nyaman dan murah menurut aku yang tipe molor ini.

***

Kalau temen-temen blogger pernah lembur gak? Biasanya lembur karena apa?