Indonesia Sehat


Dulu sebelum kerja di kantor aku sekarang, aku sering berfikir : Puskesmas itu untuk apa seh? Kan udah ada Rumah sakit. Apalagi kalau tinggal di kota yang rumah sakitnya setiap kecamatan ada. Lebih enakan berobat kerumah sakit atau dokter praktek swasta kan yak? Tempatnya lebih nyaman pake obat paten yang (sepertinya) lebih cepet sembuhnya, dan masih banyak lagi kelebihannya dibanding puskesmas. Lalu kenapa Puskesmas masih eksis?

Jawabannya aku tahu semenjak aku kerja disini. Sebenarnya kalau pake kata-kata kesehatan terdengar ribet, karena aku juga bukan orang kesehatan dang mengerti bener keluh kesah masyarakat yang sering bilang orang kesehatan itu suka ‘ribet’ ngomongnya :P Makanya aku ambil kalimat simplenya.

Puskesmas masih eksis karena fungsi utama puskesmas bukanlah mengobati seperti rumah sakit atau praktek swasta kebanyakan, tapi fungsi puskesmas adalah mencegah penyakit menyerang ke masyarakat. Ini yang berat!

Udah banyak sekali kasus-kasus penyakit baik yang wabah maupun yang tidak menular terjadi di masyarakat kita. Kalau yang wabah itu seperti DBD (FYI, DBD ini masih menjadi masalah utama di Indonesia loh), flu burung (ini yang udah gak jaman lagi niee :P ) dan lainnya. Sedangkan penyakit tidak menular itu seperti hipertensi, gizi buruk, jantung, kematian ibu dan bayi serta banyak lagi.

Untuk mencegah penyakit-penyakit itu menular ke masyarakat bukanlah pekerjaan yang ringat. Dari melakukan PSN (Pembasmian Sarang Nyamuk), pembuatan perda dilarang merokok, pemberian makanan tambahan untuk anak-anak balita dan sekolah, dan masih banyak lagi. Tapi apakah efektif kalau cuma petugas kesehatan yang berperan aktif?

Sebenarnya, akar dari kesehatan masyarakat agar tidak terserang penyakit adalah melakukan perilaku hidup sehat. Tapi perilaku hidup sehat itu seperti apa? Nah, untuk menstandarkan bagaimana seh perilaku hidup sehat itu ada yang namanya indikator rumah ber PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Rumah dikatakan berPHBS jika pertama kali kita masuk ke ruang tamunya diatas meja tidak terdapat asbak rokok (ini menggambarkan kalau ada asbak maka situan rumah memperbolehkan dia dan tamunya merokok didalam rumah). Masuk ke ruang makannya terhidang buah-buahan dan sayur-sayuran dimeja makannya. Berbelok didekat meja makan ada wastafel untuk mencuci tangan sebelum makan. Lebih kedalam lagi terdapat WC dengan pembuangan yang baik.

Didalam rumahnya juga pengairannya baik hingga tidak pernah kekurangan air bersih. Bak penampungan seluruhnya tertutup rapat dan halaman rumahnya bersih dari sampah sehingga tidak ada jentik yang hidup. Setiap harinya seluruh anggota keluarga melakukan olahraga minimal satu jam sehari.

Bagi yang mempunyai ibu hamil memeriksakan kandungannya ke tenaga kesehatan dan merencanakan melahirkan di fasilitas kesehatan. Setelah melahirkan memberikan ASIX kepada anaknya selama 6 bulan dan membawa untuk menimbang bayi dan balitanya untuk mengetahui perkembangan anak.

Nah, mudah bukan? Kalau seluruh penduduk Indonesia melakukan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah seperti ini, dijamin deh angka kesakitan dan kematian di Indonesia pasti akan berkurang drastis.

Tapi, buat aku pribadi seh ini masih susah untuk direalisasikan, terutama untuk makan makanan sehat dan berolahraga teratur.. Lah, bisa olahraga sebulan sekali sepertinya aku udah seneng banget gitu >.<

Kalau temen-temen, ada yang udah memenuhi 10 indikator (minimal 7 jika tidak ada ibu hamil/menyusui) dirumahnya gak?

50 thoughts on “Indonesia Sehat

  1. Yuk budayakan budaya hidup sehat!

    mencontoh dari temanku yang bisa dibilang “higienis banget” sihh. (untuk kalangan orang indonesia nampaknya). Karena banyangkan saya, waktu itu saya mampir ke rumahnya. Bisa dibilang hanya unutk chit chat ngobrol2 something sharing2. Pas baru sampai, dia bilang permisi bentar. Ohh, ternyata yang dia lakukan begitu sampai rumah adalah mencuci tangan. Dalam hatiku woww.., rajin betul yah nieh orang. Setelah dia selesai cuci tangan dia bilang ke aku. Loe gak cuci tangan? Cuci tangan lahh., higienis donk!!! itu abis kemana2 tangan kotor tau. Luar biasa, akhirnya dia memberikan sabun cair milihnya untuk aku cuci tangan. Sejak saat itu bisa dibilang “agak” terinspirasi untuk hidup sehat dan higienis dari dia.

    Padahal itu kita bukan mau makan. Wong cuman mau ngobrol2 doank kok. Luar biasa, jadi cuci tangan itu bukan cuman mau pas makan doank lohh!!

    Kalo soal olah raga sharing sedikit karena aku juga olah raga. Biasanya bisa dibilang sihh sekitar 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali. Wajarnya ketika sehabis olah raga badan akan terasa segar ^.^ Kalau belum, atau setelah olah raga badan terasa lelah sekali. Tingkatkan yah olah raganya ^.^

  2. Ah, baru lebih menyadari fungsi puskesmas aku, hehe :) Karena selama ini pikiranku ya mirip seperti yang ditulis di atas Nie: udah ada rumah sakit dan dokter praktek swasta, artinya fungsi puskesmas agak ‘tertumpang-tindih’ dong??? Ternyata ada fungsinya yang lain ya, hehehe :P

  3. Insyaallah sudah sehat, Ni…
    saya juga sadar dech kalau lingkungan yang nggak sehat bikin kita juga ssakit-sakitan dulu saya pernah kost 2 mingguan langsung pindah karena system pengairan yang kurang baik juga sirkulasi udaranya yang sangat buruk sehingga bikin nggak nyaman.

    Btw, untuk pribadi Puskesmas terlihat berfungsi melakukan penyuluhan-penyuluhan, ya…

    • mudah2an bisa diteruskan ya han..

      iya deh, emang pengairan itu hal yang paling utama, karena kalau air gak mengalir, maka disitulah tempat penyakit banyak bersarang :)

  4. diusahaiiiiiiinn banget buat hidup lebih sehat skarang ini sejak tinggal sendiri ama suami.. ga sama skali boleh ada asap rokok di rumah terutama, skalipun tamu dan mereka akan sedikit bete :D oh yes… makanan sehat sih masih mending ya bisa diupayakan, karena ujungnya buat dimakan… olahraga yang susyeeeeee huhuhu

    • waaahhh kalau soal rokok seh aku alhamdulillah beruntung banget dari kecil gak pernah dekat dengan asap rokok,, mudah2an sampe tua nanti deh :)

      iya kannnn iya kaannn.. olahraga itu buat capek lagi.. kalau makan kan bisa dipilih yang enak-enak gitu :lol:

  5. Kalau kata Aa Gym mah 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal kecil, Mulai Sekarang juga (lah emen sok iye)

  6. iya ya… Puskesmas juga berfungsi sebagai tempat mengedukasi masyarakat. preventif sebelum sakit gitu ya?

    wah dirumahku ada asbak…………….. di kamar ortu aja ada coz my dad usually smokes there with the window open.

  7. Ooo..begitu kiranya fungsi puskesmas..Aku pikir tadinya pukesmas tempat berobat murah, yang terjangkau bagi seluruh lapisan rakyat Indonesia. Tapi kok ya puskesmas di kampung ibuku kerjanya terima pasien mulu, apa aku saja yg gak tahu kali ya fungsi pendidikan mereka. Makasih atas pencerahannya Mbak Niee..:)

    • iya sama-sama..

      ya tergantung program yang dibuat didaerahnya seh, kalau untuk kegiatan diluar gedungnya dikit ya mereka akan jarang turun.. Tapi kebanyakan capaian yang harus diberikan puskesmas ya emang pelayanan luar gedung.. bahkan mereka harus mencari penyakit apa saja yang sering masyarakat keluhkan di Rumah sakit dan dokter praktek swasta..

  8. olahraga badan jadi segar yah :D

    templatenya bagus aku suka, tapi kritikku kalau boleh kritk dan saran, fitur older/new post di bawah postingan diaktifkan (aku ga tahu di wp ada ga fitur ini)

    idenya adalah untuk memudahkan aku membaca dari posting sebelumnya hingga posting terbaru

  9. Pingback: Peran Orangtua, Menjaga Masa Depan Bangsa « Celoteh Niee

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s