Tags

, ,


Haaiiiii Halooooo.. Apakabar semuaaaa?

Belum – belum.. Aku belum menceritakan perjalanan aku ke Bandung kali ini. Ini jauh-jauh lebih awal dari perjalanan aku ke Bandung kemaren. Tapi karena kesibukanku yang termat padat :P jadinya aku baru bisa bercerita sekarang.

Desember 2011

Selama ini, aku sering iri dengan orang-orang yang bercerita mengenai pulang kampung. Apalagi saat bulan ramadhan. Rasanya memiliki tempat nun jauh di sana untuk dikunjungi adalah sesuatu yang asyik banget.

Tapi sayangnya aku gak pernah merasakan hal itu. Bapak aku berasal dari suku Bugis. Tapi jangan kalian tanya apakah dia pernah menginjakkan tanah Sulawesi. Sudah barang tentu gak pernah! Lain lagi soal ibu aku yang orang Banjar. Tapi lebih parah dari bapak, yang walaupun gak pernah ke Sulawesi tapi bapak ngerti bahasa Bugis, sedangkan ibu.. jangankan ke Banjarnya, bahasa Banjar aja ibu gak tahu >.<

Orang tua bapak setelah merantau dari kampung Bugis sana juga gak tinggal di Pontianak. Mereka tinggal di suatu desa yang namanya Telok Pak Kedai. Sebuah desa yang Kalimantan banget. Ya, kalimantan banget yang aku maksud adalah yang transportasinya itu masih menggunakan angkutan air seperti sampan, sepit dan motor air. Tapi karena anak-anaknya sudah pada merantau ke Pontianak, jadi aku hanya bisa dihitung dengan jari saja ke teluk pak kedai itu.

Datok (sebutan untuk kakek) dan Nenek dari ibu sebenarnya juga bukan asli orang Pontianak. Mereka berasal dari sebuah desa kecil yang bernama Kelapa Tinggi yang berada di sebuah (mungkin) Kelurahan bernama Sekedong. Kepala Tinggi ini juga Kalimantan Banget dengan transportasi airnya. Aku kesini juga jarang banget. Terakhir klo gak salah itu jaman aku masih SD!

Setelah menjadi panitia untuk pernikahan kakak sebagai seksi pembuat undangan dan pemesan orgen tunggal. Dan setelah undangannya jadi. Ibu mengajak aku untuk pergi ke Kelapa Tinggi, untuk mengantarkan undangan. Kalau dulu jaman SMA diajak beginian aku pasti langsung gak mau deh. Tapi kalau sekarang?? Aku langsung semangat dan mengiyakan aja dong! Jadilah aku pergi bersama ke Kepala Tinggi *joged-jogedpisang* :lol:

7 JANUARI 2012

Untuk sampe ke Kelapa Tinggi, dari Pontianak kita harus menempuh perjalanan ke Sekedong dulu. Yang aku tahu, untuk mencapai sekedong dari Pontianak memerlukan waktu 1 jam. Tapi ternyata aku salah loh, satu jam itu dari jalan utama, dan setelah satu jam menempuh jalan utama, masih perlu lagi menempuh kurang lebih setengah jam untuk masuk ke dalam jalan menuju ke pasar sekedongnya.

Penampakan Pasar Sekedong

Lihat deh gambar di atas. Itu aku foto dari pasar Sekedongnya. Pasarnya aja udah banyak sampan, sepit dan motor air di mana-mana. Udah serasa di mana akunya :D

Dari pasar inilah kami mencari ojek motor air. Eeehhh sebelum lanjut pada tahu kan bedanya sampan, sepit dan motor air? Kalau sampan itu seperti perahu kecil yang cara mengendarainya pake dayung, kalau sepit bentuknya seperti sampan, tapi menjalankannya pake mesin. Nah, kalau motor air ya seperti gambar di atas itu. Lebih besar dari sampan, menggerakkannya dengan mesin dan ada setirnya loh di depan! :mrgreen:

Untuk pergi dari pasar Sekedong ke Kelapa Tinggi kami perlu ngojek pake motor air. Daaaannn ternyata eh ternyata ngojeknya itu mahal bener loh. Sekali angkut mereka minta bayaran seratus ribu *garuk2tanah* padahal perjalanannya cuma 30 menit loh :cry: Tapi ya sudah lah, wong emang gak ada jalur lain agar bisa kesana. Ada seh jalan darat, tapi masih berupa tanah gitu, dan pada saat pergi kemaren adalah pas musim hujan. Udah dipastikan bakalan becek bener dah tuh jalan!

Suasana disepanjang jalan dari Sekedong ke Kelapa Tinggi

Lihat deh suasananya. Indaaaah banget. Dan rasanya tentram aja tinggal di sana. Disepanjang sungai yang aku lihat adalah kebun atau rumah-rumah penduduk yang menghadap ke sungai sebagai jalannya. Semua angkutan menggunakan air. Dari mengangkut kelapa yang ditarik dengan tali dijadikan satu, sampai ada yang mengangkut sapi loh pake motor air! Gak kebayang klo sapinya ngamuk dan terjun ke sungai! *bertanya sapi bisa berenang gak? *kuper

Akhirnya setelah 30 menit perjalanan yang rasanya kok panjang bener. Sampailah aku ke kelapa tinggi *bangsai* Kampung ini banyak kebun-kebun yang menghasilkan berbagai macam buah-buahan, antara lain: langsat, rambutan, cempedak, durian dan masih banyak lagi. Sayangnya aku lupa mendokumentasikan kebun-kebunnya saking semangat banget jarah buahnya >.<

di Kelapa Tinggi

Aaahhh,, perjalanan kali ini emang sangat menyenangkan banget. Jaauuuhh dari hiruk pikuk kota dan rasanya tentram banget. Boleh lah jadi tempat tujuan perjalanan untuk setahun sekali menyegarkan fikiran. Yang aku kejar seh saat musim panen tentunya. Lagian siapa yang gak seneng lihat pohon langsat yang penuh dengan buahnya atau duduk dibawah pohon durian sambil nungguin durian jatuh? :mrgreen:

Sooo,,, setelah perjalanan ini aku jadi ingin mengunjungi kampung halaman bapakku di teluk pak kedai. Ya walaupun gak adalagi kakek dan nenek aku (karena udah meninggal) mengunjungi sanak saudara jauh ditempat yang luar biasa gak ada salahnya kan yak :)

About these ads