Tags

,


Kemiripan antara aku dan ibu hanya terletak dari wajahnya yang sama-sama cantik :oops:

Entah mengapa, aku merasa aku dan ibuku berbeda banget. Bagaimana gak bisa dibilang beda cobak. Aku yang malas-malasan gini : sukanya bangun siang, gak suka nyuci baju apalagi nyetrika, gak pinter masak dan gak doyan kemas-kemas kamar (apalagi rumah deh :P ) beda banget dengan ibu aku yang bangunnya pagi, hobinya nyuci baju dan nyetrikan (ini seh karena terpaksa anaknya yang males :P ) gak suka lihat rumah berantakan dan yang pastinya hobi masak!

Satu-satunya yang buat ibu bangga sama aku mungkin cuma disekitar nilai akademis yang gak pernah mengecewakan *oops :P yang lain NOL..!! Makanya setiap ada kesempatan ibu selalu aja nyinyir-nyinyir aku soal kemalasan aku yang udah tingkat akut.

Waktu yang paling pas buat ‘nyeramahin’ anak bungsungnya ini adalah waktu pagi hari dimana selalu aja aku mengeluhkan tentang kondisi jalan yang setiap hari semakin macet aja. Aku menyalahkan pemerintah sekarang yang gak tanggap dengan kebutuhan masyarakatnya akan adanya akses jalan baru. Ya, kalau emang jam 7 gak bisa sampe makanya dari rumah itu jam setengah tujuh! Kalau mau bisa pergi ngantor jam setengah tujuh ya bangun itu jangan siang-siang, jangan cuma ngeluh! ujar ibuku mengomentari kalimat aku. *langsung pura-pura menikmati sarapan dengan lahapnya* :mrgreen:

Lain waktu sepulang dari kantor, kebiasaan aku adalah membaca koran buat hari ini. Biasanya saat inilah aku cerita-cerita tentang pekerjaan aku dikantor. Tentang kecapean aku dan tetek bengeknya. Pendapat ibuku? Ya, gitulah kalau udah kerja. Kerja itu capek, apalagi nyambil masak, ngurus rumah, ngurus anak. *merangkak diam-diam ke kamar sambil berharap bisa menghilang*

Malam hari ketika aku udah bosen di dalam kamar terus (dan ketika perut udah meronta minta diisi :P ) otomatis kaki aku membawa aku turun dari kerajaan kamar yang nyaman. Duduk di ruang TV sambil memerhatikan ibu yang sedang menonton sinetron-dimana-wayang-bisa-ngomong. Komentar yang sering aku lontarkan adalah, ibu ih nonton film yang gak masuk akal. Jawaban ibuku? Ya nonton itu gak usah serius lah dek, yang ndag masuk akal gini malahan lucu dilihatnya. Emang dedek nonton penyinyir-penyihir sama orang yang bisa manjat dinding itu masuk akal? *oke deh bu* *kalah*

Aku bersama ibu saat wisuda (Nopember 2010) – setelah mencari foto aku berdua ibu yang layak dipublish akhirnya aku dapetnya cuma ini :D

Tapi kalau difikir-fikir lagi, justru karena perbedaan seperti itulah yang mendekatkan kami berdua. Celetukan kecil yang kalau lagi mood enak akan aku ladeni yang ujung-ujungnya malah bertukar pendapat dan membuka wawasan serta pengetahuan. Baik itu tentang keluarga, pekerjaan dan banyak lagi yang tentunya gak bisa aku dapatkan kalau bukan dari seorang ibu.

Walaupun kami berbeda, tapi secara tak sadar aku sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalem #tsaa, tentu ingin sekali menjadi perempuan seperti ibuku. Kalau temen-temen blogger bagaimana dengan ibunya? :)

nb: tulisan dibuat untuk memperingati hari ulangtahun ibuku yang jatuh pada hari ini (kamis 7 Juni 2012), yang seperti biasa pasti gak ada perayaan apa-apa di rumah kami (tapi sepertinya seh ibu mau ngajak makan-makan hari sabtu entar *asyiiikkk ditraktir* :oops: )

Selamat ulangtahu bu, semoga diberikan limpahan rachmad oleh Allah SWT kesehatan dan kebahagiaan. Maaf ya bu belum bisa menjadi anak yang sesuai dengan keinginan ibu. Yang pasti aku akan berusaha menjadi anak yang tidak pernah mengecewakanmu dalam hal apapun :)

About these ads