Tags

, , ,


depoklik.com

Membaca postingan una tentang kebersihan, dan membaca komentar bunda monda tentang slogan “kantongi sampahmu” aku jadi teringat dengan keinginan keinginan aku tentang beberapa hal.

Udah pada tahu dong aku sangat gak suka melihat orang buang sampah sembarangan udah pernah aku posting juga disini dan disono. Bahkan, karena ketidaksukaan aku dengan buang membuang sembarangan, aku jadi berfikir kalau terpilihnya aku mendapatkan Pay Per Post oleh Mizone karena hal itu juga.

Beberapa kali aku juga ngetwit tentang sampah dan kantong plastik yang menghantui aku banget, benci tapi gak bisa dibasmi gitu. Bahkan aku beberapa kali (lebih tepatnya sering ya) harus tetap menggunakan kantong plastik.

Tapi, aku malah tersentak kalau kegiatan aku ini murni cuma aku sendiri yang ngejalanin. Emang paling tepat memulai sesuatu ya dari diri sendiri dulu kan yak, tapi setelah itu apa? Bukannya lebih bagus untuk memompa orang lain juga mengikuti kegiatan yang aku jalani?

Mualilah temen-temen aku menyuruh aku membuat sesuah komunitas tentang gerakan ini

Tapi permasalahannya adalaaaaahh,, aku gak bisa banget gabung dengan komunitas, apalagi membangun komunitas itu.. Males aja gitu berhubungan dengan orang rame secara intens yang memerlukan perhatian.

Contohnya di Pontianak ada 3 komunitas yang dekat dengan aku dan sebenarnya bisa aku ikutin Hijabi Pontianak (yang aku udah ikut 2 kali habis itu bosen :P ); Beleter Pontianak, yang merupakan komunitas blogger di Pontianak (tapi aku gak pernah kenal satupun blogger dari komunitas itu (lebih kenal sama blogger di WeBe deh :lol:)) dan Pontianak berkebun yang adalah komunitas untuk menghijaukan kota. Sayangnya menghijaukan kota disini adalah berkebun menanam sayur-sayuran gitu deh, yang mana aku males aja ikut berlumpur-lumpur ria :P (jadi mau lo apaaan niiieee)

Itulah masalahanya, aku gak pernah cocok gitu dengan yang namanya komunitas, selalu aja ada masalahnya. Permasalahan utama seh karena aku gak mudah bergaul dengan temen baru (apalagi kalau orang didalamnya rame) kan merasa dikucilkan gitu jadinya. Kalau udah merasa dikucilkan aku gak mau deh dateng lagi ke komunitasnya >.<

Jadi berfikir apa aku membangun komunitasnya dari dunia maya aja yak? Tapi tetep implementasinya harus di dunia nyata dong kan? Tapi males berhubungan dengan banyak orang. Aaaahhhh.. gak selesai-selesai deh kalau masalahnya emang dari diri aku sendiri.

Ya, udah deh balik lagi ke kamar sambil ngetweet dan tetep berusaha mengurangi kantong plastik dan tidak membuang sampah sembarangan :P

About these ads