Tags

, , , ,


Haaaiii Halooo.. Apakabar semuanya?? Pada ngerti dengan judul di atas gak? :mrgreen:

Judul diatas adalah bahasa melayu Pontianak asli. Telok artinya telur, belanga artinya panci, baju ya baju lah yak dan kurong itu artinya langsung (bisa juga memenjarakan, atau mengurung). Jadi arti dari judul diatas telur panci baju mengurung? TENTU GAK LAH! :lol:

Sebenarnya judul diatas terdiri dari dua benda sejenis, yaitu nama pakaian. Telok belanga adalah pakaian khas Pontianak khusus untuk laki-laki, dan Baju kurong adalah pakaian khas Pontianak khusus perempuan.

Dulu, pertama kali membuat blog ini ada terbersit keinginan untuk memperkenalkan budaya sekecil apapun yang ada di Pontianak ke pembaca blog aku. Namun, karena emang aku ini bukan seorang penulis yang teliti yang tahu sejarah (atau untuk mencari tahu) jadinya aku jarang deh ngeposting tentang ini :P

Nah, kebetulan kali ini aku ada punya foto asli jepretan sendiri kedua baju ini jadilah aku ingin menampilkannya ke blog. :D

Telok Belanga, Pakaian Khas Pontianak

Sering lihat gak? Rasanya sering deh yak. Pakaian ini sering dipake kalau acara-acara resmi di Malaysia sono. Yak, gak tahu juga kalau pakaian ini yang mana yang duluan yang punya. Yang pasti setahu aku ada 3 negara yang pake pakaian seperti ini yaitu Indonesia (yang diwakili oleh melayu) Malaysia, dan Brunei. Pakaiannya terdiri dari baju yang mirip koko gitu terbuat dari bahan satin (aslinya, tapi sekarang udah banyak modifnya juga seh) berwarna kuning emas (juga yang aslinya karena menurut orang melayu kuning emas itu warna kerajaan) lalu dipadukan dengan celana panjang dan sarung yang dililitkan di pinggang dengan panjangnya sampe ke lutut (khasnya sebenarnya kain corak insang (kain khas pontianak) seh bukan seperti kain difoto atas).

Baju kurong

Nah, kalau baju kurong itu adalah baju yang polos semacam terusan gitu, cuma gak panjang, hanya sebatas lutut. Kerahnya sendiri bentuk polos bulat saja gitu. Untuk resletingnya ada dibagian belakang. Setahu aku aslinya baju kurong ini adalah polos tanpa payet-payet seperti foto baju kurong di atas. Kalau diatas udah dimodif sedemikian rupa hingga manis terlihat. Untuk bahawannya biasanya pake sarung tenun (sambas) yang sepasang dengan selendang yang dililitkan di pundak.

Sekarang, pada saat apa pakaian ini dipake jaman sekarang?

Kalau untuk orang kantoran seperti aku biasanya baju seperti ini digunakan saat acara perayaan (semisalĀ  jambore posyandu, atau hari kartini). Kadang apel gabungan sesama PNS bagi pejabat juga wajib menggunakan pakaian tradisional ini.

Permasalahannya pas hari kartini kemaren kami seluruh pegawainya untuk mengenakan baju telok belanga untuk laki-laki dan baju kurong untuk perempuan. Dengan pedenya aku berfikir ibu pasti punya dong bajunya. Eh pas H-1 malamnya barulah aku tahu bahwa ibu aku gak punya dong bajunyaaa >.< Baju telok belangan ternyata bapak aku juga gak punya. *sembunyi dikolong meja* Akhirnya aku pergi ke kantor pake baju kebaya aja deh.

Kalau temen-temen, punya simpenan baju daerah tempat tinggalnya gak? Atau sama nasibnya kayak aku yang gak punya? :P

About these ads