Tags

, , , ,


Sebelumnya, baca juga yuk

***

Haaaiiii Halooo.. Apakabar semuaaa?? Pada baikkan yak? :)

Hari ini aku akan menceritakan sebuah cerita yang sebenarnya udah laamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget aku bilang mau nulisnya. Tapi ya biasalah, kadang ide itu hanya muncul sebagai niat, realisasinya susaaah banget. Walaupun pas gak ada ide kemaren ya tetep aja aku gak terfikir buat posting cerita yang satu ini. Ya, mungkin rejekinya cerita ini hari ini deh *nah loh*

Seperti dua cerita sebelumnya, kali ini aku juga akan menceritakan tentang seseorang yang gak aku kenal dan aku temui dijalan saat aku sedang bepergian baik itu sendiri maupun bersama temen-temen. Intinya seperti judulnya deh : ORANG ASING!

Akhir maret lalu, hari rabu tanggal 22 Maret aku bersama ibu, 3 orang tante, dan kakak aku pergi ke Kabupaten Sanggau (Kalbar), mengunjungi om cik dan mak cik aku yang tinggal disana. Sekalian kakak mengunjungi mertuanya yang emang asli orang sanggau. Aku sendiri sebenarnya sama sekali gak semangat pergi ke sanggau kemaren. Karena alasannya adalah seharusnya aku berada di KL tanggal segitu! :cry:

Di sanggau beneran gak ada ngapa-ngapain.. Hari pertama (jumat) pagi sampe siang cuma dirumah om cik aja seharian, sorenya ibu ngajak berkunjung ke rumah mertuanya kakak. Hari kedua aku langsung bilang ke ibu minta pulang, karena ibu dan ketiga tante berencana pulangnya hari selasa (lagian males juga mereka cuma dua hari ke sanggau padahal perjalanannya 5 jam!) jadinya aku pulang sendirian deh pake travel.

Aku menjadi orang yang dijemput pertama kali oleh travelnya. Jadi aku memilih dikursi bangian tengah sebelah kiri. Alesannya seh simple, biar enak lihatin pemandangan dibagian ruas kiri jalan (yang sebenarnya gak ada pemandangan juga seh, cuma hutan aja). Orang kedua yang dijemput adalah seorang kakek-kakek. Dari cara menjemputnya dan memanggil kakek ini sepertinya pak supirnya udah kenal dengan si kakek. Diapun duduk di depan disamping pak supir. Orang ketiga yang dijemput adalah seorang cewek asli orang sanggau yang seumuran dengan aku sepertinya, dia memilih duduk dibarisan paling belakang biar bisa baring-baring katanya. Dan yang terakhir adalah seorang kakek (again) yang kepergiannya diantar oleh seluruh anggota keluarganya (anak, menantu dan cucu :D ), dia duduk disamping aku, dibelakang supir. Dilihat dari logat kakek terakhir ini dia sepertinya orang sunda.

Perjalananpun dimulai. Seperti biasa supir kalau udah perjalanan jauh pasti nyari temen bicara. Karena dia paling ‘kenal’ dengan kakek yang duduk disampingnya makanya merekapun mulai mengobrol dengan semangatnya.

Dimulai dengan pekerjaan si kakek yang dari ceritanya aku dapet menyimpulkan dia adalah sejenis kontraktor gitu. Beberapa bulan ini dia sedang menggarap proyek Mesjid Raya Sanggau. Ceritalah dia berapa dana yang diperlukan untuk membangun mesjid tersebut dan siapa-siapa saja orang yang menyumbangkan uang untuk pembangunan itu. Beberapa kali dia menyebutkan nama Bupati Sanggau, untung dia nyeritainnya yang bagus-bagus, kalau gak ya gak enak aja dengernya soalnya kan Bupati sanggau itu kakeknya sahabat aku :P

Kembali cerita ke dana, dia mempermasalahkan panitia mesjid yang suka menggunakan dana sumbangan untuk kepentingan pribadi. Ya seperti membeli makanan kecil atau teh dan kopi gitu untuk sehari-hari mereka di mesjid. Ada lagi beberapa orang yang mengambil material bangunan mesjid untuk membangun rumahnya. Sampai disini aku merasa prihatin juga, ternyata korupsi itu sudah mengakar bener hingga masyarakat kecil sekalipun. Hmmm…

Si Kakekpun mulai memberikan nasehat-nasehat kepada si supir. Mendengar hal inipun si supir kemudian bercerita kalau ternyata di bisnis travel juga banyak korupsinya. Misalnya mereka dapet 5 penumpang, tapi yang dilaporkan ke perusahaannya cuma 4 penumpang (see??)

Berlanjut dari pekerjaan ke rumah tangga. Kata si kakek seberapapun hasil yang didapat walaupun kecil istri akan menerimanya dengan senang hati. Ya, ini juga tergantung istrinya juga seh, salah satunya ya istri si kakek ini. Syarat utama menjadi istri yang baik adalah melayani suami (lahir batin ya kek :P ). Kakek ingin kalau pulang itu nasi harus hangat (oh, untung sudah ada magiccom :mrgreen: ) dan yang paling penting adalah jika diperintahkan harus menurut.

Harus menurut inilah yang membuat si kakek banyak yang tidak sreg dengan istri-istrinya (nah loh). Lalu, berceritalah dia bahwa istri yang sekarang ini adalah istri si kakek yang ke 19 (IYA SEMBILAN BELAS LOH) yang dinikahinya pada saat gadis itu berusia 19 tahun. Istri ke 19 menikah pada 19 tahun. Bener-bener sesuatu yang gimana gitu menurut aku. Hmm..

Entah mengapa semenjka tahu dia ini adalah kakek kakek suka kawin cerai aku jadi gak respect lagi sama dia. Cerita-cerita dan nasehat dia (apalagi tentang keluarga) bagaikan hal yang aneh diucapkan oleh orang yang seperti itu. Ya, itu seh pendapat aku secara pribadi yak, tapi yang pasti sepanjang jalan sisanya aku langsung pura-pura tidur gak mau bersosialisasi dengan si kakek. Seperti kata abang aku di Whatsaapnya.. “Hati-hati dek nanti dilirik jadi istri ke 20 loh” Hiiiiiiii >.<

About these ads